Large Rainbow Pointer
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Tentang Bokeh

{ Sabtu, 29 Desember 2012 }
Apa kalian tahu apa itu bokeh ?
Untuk orang awam seperti saya jelas tidak tahu.
Tapi sekarang saya sudah mengetahui apa bokeh itu.
Jadi kemarin malam ada saudara saya yang mampir ke rumah
Dia adalah manusia yang baru-baru ini mencintai dunia fotografi
Ketika kami berbincang-bincang dia terus mengajarkan saya
tentang fotografi dan pada akhirnya sharing tentang bokeh. 

Bokeh itu hal yang sudah tidak asing lagi dalam
dunia fotografi. Bokeh itu  diambil dari bahasa Jepang
yang artinya “menjadi kabur”.  Pemakaian istilah ini dalam dunia fotografi merujuk pada efek kabur yang dihasilkan.  Foto bokeh menonjolkan suatu obyek tertentu dengan focus yang tajam, dengan latar sekitarnya yang kabur. 

Setelah itu saya jadi tertarik untuk melihat foto-foto bokeh di internet.
Saya mencoba  mengetik kata "bokeh" di google
dan ternyata banyak foto-foto bokeh . 
Dan ini contoh-contoh foto dengan efek  bokeh
















Sebuah Kisah Tentang Ketegaran

{ Kamis, 27 Desember 2012 }

Sebuah kisah terjadi di zaman Rasulullah saw. bisa menjadi teladan dan pegangan bagi kita.

Sepasang suami istri Ummu Sulaim ( perawat di medan perang) dan Abu Thalhah (pejuang yang gagah berani ), merasa gelisah sejak anak mereka, Abu Umair sakit. Karena sudah tidak kuat menahan rasa sakit yang sangat pedih, Abu Umair meninggal dunia, ketika itu Abu Thalhah berada di medan perang. Ummu Sulaim dengan sabar menerima kehendak Allah swt. dan mengurus kematian anaknya dengan bijaksana dan penuh ketenangan.
Untuk sementara waktu , ia merahasiakan keadaan tersebut kepada suaminya. Ia berdandan mengenakan pakaian terbaik dan memasak masakan yang lezat untuk menyambut kedatangannya. Ketika Abu Thalhah pulang, ia menanyakan anaknya, Ummu Sulaiman menjawab bahwa anaknya telah diam dan istirahat.
Malam itu Abu Thalhah makan dengan nikmat dan ia tertidur nyenyak. Keesokan harinya, setelah ia yakin suaminya telah beristirahat dengan cukup, Ummu Sulaim berkata, “ Suamiku, bagaimana pendapatmu  jika ada orang meminjam sesuatu pada temannya, dan ketika itu pemiliknya hendak mengambil kembali barangnya, lalu apakah orang itu berhak marah ?” Abu Thalhah menjawab, “Tidak boleh begitu, sesungguhnya barang pinjaman harus dikembalikan pada pemiliknya.” Ummu Sulaim menyambung perkataannya, “Bukankah anak kita adalah pinjaman belaka ? Dan Allah meminta agar kita mengembalikannya.” Abu Thalhah menyadari maksud istrinya. Ia menerima ujian ini dengan tegar. Dengan sabar dan penuh kepasrahan.
Keluarga di atas merupakan suatu bukti bahwa kecintaan kepasa Allah swt. lebih besar daripada kecintaan kepada dunia, bahkan juga keluarga. Balasan bagi mereka adalah surga. Puncak perjalanan seorang hamba adalah pelabuhan penyerahan diri dari segala urusan hanya kepada-Nya.

Sasa Esa Agustina
Percikan Iman  April 2004

Sejarah Pangeran Kornel Sumedang

{ Selasa, 25 Desember 2012 }



Pangeran kornel berjabat tangan dengan tangan kiri

Pada masa pemerintahan Gubernur Jenderal G.A. Baron Van Der Capllen (1826-1830) Pangeran Kusumadinata mendapat pangkat militer sebagai Kolonel dari pemerintahan Belanda atas jasanya mengamankan daerah perbatasan cirebon dan menumpas para perampok dan pemberontak terutama yang mencoba masuk ke Sumedang dari Cirebon.  Sebutan  kolonel dalam lidah rakyat berubah menjadi “kornel” sehingga terkenal sebagai Pangeran Kornel.
           Selain keberaniannya menentang perintah Daendels dan pemerintah kerajaan Belanda, Pangeran Kornel adalah buapti  yang jujur, berani, cerdas, paling pandai dan paling aktif dari semua buapti di Priangan. Keadilan, kejujuran, kecerdasan, keberanian, kebijaksanaa dan kegagahan Pangeran Kornel dalam melaksanakan kewajibannya penuh rasa tanggung jawab dan mengabdi kepada rakyat sepenuh jiwa raganya. Ia pun tempat meminta nasehat bupati lainnya. Pangeran Kusumadinata sewaktu menjabat bupati mulai membuka lahan hutan menjadi areal perkebunan kopi yang subur dan berhasil, sehinnga keadaan sumedang lebih baik.  Residen Priangan Van Motman menyatakan Pangeran Kusumadinata adalah bupati yang pangkatnya paling tinggi. Atas jasadan kesetiannya pemerintahan Belanda member bintang jasa dari emas sebagai penghargaan atas jasanya memajukan daerah Sumedang dan turut mengatasi pemberontakan rakyat.
           Pada masa Pangeran Kornel Sumedang mengalami banyak kemajuan dalam berbagai bidang, dari segi wilayah, Sumedang semakin bertambah pada masa Gubernur Raffles banyak kabupaten-kabupaten yang gagal dalam mengelola pemerintahan, kemudian pemerintahannya dibubarkan dan digabungkan ke Sumedang. Pada tahun  1816 Sumedang meliputi 15 distrik :

1.      Balubur                        6. Darmaraja                 11. Pagerageung
2.      Tanjungsari                  7. Darmawangi               12. Rajapolah
3.      Depok                         8. Pawenang                  13. Indihiang
4.      Malandang                   9. Malangbong               14. Cicariang
5.      Congeang                   10. Ciawi                        15. Singaparna

Pada tahun 1820 wilayah Sumedang menjadi makin besar setelah Kabupaten Sukapura dihapuskan oleh pemerintaha kolonial. Wilayah Sumedang waktu itu hampir sama dengan wilayah  pada masa Rangga Gempol III, wilayah sumedang berbatasan dengan Parakan muncang, Limabangan, Sukapura, Talaga dan kabupatian – kabuaptian Cirebon, kemudianmenyusuri kali Cipunagara sampai laut Jawa sepanjang pantai utara sampai Pamanukan.
Pangeran Kusumdinata/ Pangeran Kornel merupakan Buapti Sumedang yang berhasil  dalam sector kehidupan masyarakat . Rakyat Sumedang sangat puas atas kepemimpinannya karena beliau sangat mendukung dan mencintai rakyatnya. Pemerintah kolonial pun demikian dalam laporan Komisi Thalman disebutkan bahwa Pangeran Kusumadinata adalah buapti yang cerdas, pintar dan aktif. Beliau merupakan buapti senior di antara bupati-bupati Priangan dan sering dimintai pertimbangan oleh bupati-bupati lainnya. Ketertiban dan keamanan di Sumedang adalah yang terbaik.


Sumber :  Buku insun medal insun mandangan "Sumedanglarang"
               ( R. Abdul latief, R. Supian Apandi, R Luky Dj. Sumawilaga )
               2008



Peristiwa Cadas Pangeran Sumedang

{ }

Cadas pangeran tempo dulu
Sangat menyeramkan penuh dengan bebatuan (cadas)
dan penuh dengan pepohonan


Cadas Pangeran masa sekarang

Pada tahun 1811 masa pemerintahan Gubernur Jenderal William Daendels, memerintahkan semua bupati di  tanah Jawa untuk membantu pembangunan jalan pos antara Anyer dan Banyuwangi. Di Sumedang jalan pos tersebut harus melalui cadas yang keras. Pangeran Kornel/ Pangeran Kusumadinata mengajak rakyatnya untuk membantu pelaksanaan pembuatan jalan pos tersebut.  Pada tanggal 26 November 1811 mulailah pembobokan gunung cadas, rakyat Sumedang pun menjadi korban “kerja paksa” Belanda, banyak rakyat menjadi korban akibat sulitnya medan jalan yang dibuat dengan peralatan seadanya. Pembangunan jalan tidak selesai pada waktunya. Daendles meminta bupati agar rakyat dikerahkan habis-habisan, Pangeran Kusumadinata menolak karena tidak tega melihat rakyatnya menderita.
Ketika Daendels memeriksa pembuatan jalan tersebut, Pangeran Kusumadinata menunggunya. Sewaktu Daendels menyodorkan tangan kanannya untuk mengajak bersalam, Pangeran Kornel menyambutnya dengan tangan kiri sedangkan tangan kanan memegang keris Nagasastra. Semula Daendels marah karena sikap buapti dianggap kurang ajar. Akan tetapi setelah mendengar penjelasan dari pangeran kusumadinata bahwa ia berani membantah perintahnya demi membela rakyatnya yang menjadi korban kerja paksa Daendels.  Akhirnya Daendels memerintahkan pasukan zeni Belanda untuk membantu menyelesaikan pembuatan jalan dengan menggunakan dinamit membobok gunung cadas, akhirnya tanggal 12 Maret 1812 pembangunan jalan pos di Sumedang selesai, sehingga daerah itu disebut “Cadas Pangeran”


Sumber :  Buku insun medal insun mandangan "Sumedanglarang"
               ( R. Abdul latief, R. Supian Apandi, R Luky Dj. Sumawilaga )
               2008